Strategi V — Bangun Lebih Awal
Seperti yang telah saya uraikan pada artikel bangun lebih pagi, kebiasaan yang satu ini memiliki banyak manfaat. Utamanya di kota besar seperti Jakarta, polusi telah mencapai pada tahap yang sangat mengkahwatirkan. Anda hanya dapat merasakan udara yang sedikit lebih bersih di pagi hari. Sehingga bangun lebih awal memberikan kesempatan kepada anda untuk menikmati segar dan sejuknya udara pagi.
Kesempatan menghirup udara bersih sangat cocok dimanfaatkan untuk berolahraga. Memperkuat tubuh dan memperlancar aliran darah, sehingga otak mendapatkan suplai oksigen yang mencukupi. Setelahnya, tidak hanya anda berada pada kondisi fisik puncak, namun mood anda juga lebih terjaga, lebih siap untuk menghadapi berbagai tantangan di sepanjang hari.
Dengan mood yang lebih terjaga, anda menjadi ingin segera berangkat dan menuntaskan berbagai aktifitas. Hal ini tentunya meminimalkan resiko anda terlambat hadir di kelas. Ketika anda hadir lebih awal di kelas, pengajar anda tentunya dapat mengambil kesan bahwa anda benar-benar serius untuk belajar, sehingga kembali lagi ia pun menjadi lebih bersemangat dalam mengajar. Selaras dengan apa yang ditulis Daniel Goleman di bukunya Emotional Intellegence, ‘mood is contiguous.’
Tentu anda memahami bahwa efek positif berantai yang disebabkan dari bangun lebih pagi tidak berhenti hanya sampai disitu, melainkan terus berlangsung. Namun secara keseluruhan membawa pesan, bangun pagi membawa banyak keuntungan bagi anda.
Strategi VI — Manfaatkan Waktu Luang Di Kampus (sekolah)
Salah satu jenis pemborosan yang banyak dilakukan oleh pelajar/mahasiswa yang bertemu dengan saya, selain pemborosan uang (tentunya ? ), adalah pemborosan waktu. Mereka seperti memiliki pemikiran bahwa waktu yang mereka miliki tidak terbatas, sehingga mereka dapat mengerjakan semua kewajiban kapan saja. Bahkan mungkin prinsip mereka, ‘jika bisa besok, kenapa harus sekarang.’
Selain di rumah, sebenarnya di kampus juga tersedia banyak waktu luang. Salah satu contohnya ketika pengajar yang seharusnya mengajar berhalangan hadir karena satu atau lain hal. Saat itu merupakan saat yang tepat digunakan untuk menggejar berbagai materi yang anda tertinggal atau belum mengerti. Anda pun dapat pula menggunakan waktu tersebut untuk lebih mempersiapkan diri pada materi yang sedang atau akan dibahas kemudian. Dibandingkan menghabiskan waktu yang tersedia hanya untuk bergurau dengan teman, melakukan hal tersebut tentu akan lebih berguna. Pikirkan hal ini, seandainya pengajar anda tidak berhalangan, anda tentunya akan belajar. Artinya anda sebenarnya telah mempersiapkan diri untuk belajar. Pemikiran sederhana seperti itu, dapat memacu anda untuk terus menggunakan waktu seefektif mungkin.
Dengan hal itu tidak saya berkata agar anda belajar terus menerus dan tidak beristirahat. Bahkan sebaliknya saya sangat merekomendasikan istirahat, seperti yang saya bahas pada tips selanjutnya. Anda perlu beristrirahat ketika anda telah mencapai tingkat kelelahan fisik atau mental. Namun kondisi itu, hanya anda sendiri yang mengetahuinya dan bukan orang lain. Sehingga ketika orang lain beristrirahat, bukan berarti anda perlu beristirahat pula, sementara anda masih memiliki banyak hal penting untuk diselesaikan. So, be honest to yourself.
Strategi VII — Kuasai Sejak Pertama Kali Diberikan
Tips yang satu ini juga merupakan salah satu tips yang jarang sekali dilaksanakan oleh banyak pelajar/ mahasiswa. Banyak dari mereka yang berkeyakinan bahwa mereka tidak perlu terlalu serius di kelas karena setelahnya di rumah toh mereka bisa melakukannya sendiri.
Namun tahukah anda, hal tersebut merupakan kesalahan yang amat serius. Mengapa?
Mekanisme alamiah otak manusia menyebabkan pikiran manusia hanya mampu mempelajari apa yang telah dipelajari sebelumnya. Hal itu menjelaskan mengapa ketika anda membaca buku non-fiksi untuk pertama kalinya, besar kemungkinan anda hanya memahami sedikit dari keseluruhan buku tersebut. Sehingga, suka atau tidak, memahami materi saat pertama kali diberikan merupakan suatu keharusan, karena hal ini akan sangat membantu pada pemahaman selanjutnya.
Ketika anda telah menguasai materi semenjak pertama kali diberikan, pun pikiran sadar tidak mengkaji ulang, namun pikiran bawah sadar anda tetap mengulasnya. Itulah sebebnya, sewaktu-waktu anda bisa mendapatkan inspirasi berkenaan dengan materi tersebut, walaupun anda tidak sedang belajar. Tahukah anda, Albert Einstein mendapatkan formula terkenalnya E = mc2 ketika ia sedang bercukur.
Sementara, saat anda mengulas kembali materi yang telah disampaikan, misalnya saat di rumah ketika sedang belajar, pikiran anda akan lebih mudah menyerap keseluruhan materi. Hal itu disebabkan karena kini tugasnya jauh lebih ringan. Ia hanya perlu melakukan proses penggabungan dari berbagai serpihan informasi yang berkenaan dengan materi yang telah diberikan.
Apa yang terjadi pada pelajar/mahasiswa yang tidak melakukan hal ini adalah sebaliknya. Ia akan menghabiskan jauh lebih banyak tenaga untuk menguasai materi tersebut. Mengapa?
Ketika di rumah saat ia sedang mencoba memahami materi yang disampaikan, yang terjadi adalah di pikiran ia tidak terdapat bayangan sedikit pun mengenai materi yang sedang ia pelajari. Sehingga proses belajar menjadi sangat lambat dan melelahkan. Semakin ia mencoba berkonsentrasi pada materi yang ingin dikuasai, semakin pikirannya berkelana tidak tentu arah. Metode belajar seperti ini telah terbukti sangat berhasil untuk mendatangkan stress pada belajar. Sehingga ia datang pada kesimpulan materi yang ia coba kuasai sangat sulit. Dan karena tidak ada orang yang senang dengan stress maka ia semakin menjauhi materi tersebut. Sialnya, semakin ia menjauhi, semakin ia menumpuk ketidakpahamannya pada materi-materi selanjutnya.
Salah satu metode yang dapat membantu anda untuk memahami materi yang sedang disampaikan adalah dengan bertanya. Namun bukan semabarang pertanyaan. Anda perlu memberikan pertanyaan yang memungkinkan anda sekaligus belajar. Pertanyaan yang anda berikan perlu bersifat mengkonfirmasi pemahaman yang telah anda dapatkan. Misalnya, anda dapat bertanya “apakah yang Bapak/Ibu maksudkan bla…bla…bla…?” Dengan demikian sekiranya pemahaman anda salah, pengajar anda dapat segera memperbaiki pemahaman anda. Namun jika pemahaman anda telah tepat, si pengajar mungkin dapat menambahkan pemahaman anda. Sementara pada saat yang bersamaan anda pun telah memasukan pemahaman akan materi tersebut di pikiran anda.
Strategi VIII — Gunakan Teknologi Pikiran Untuk Belajar
………
Kemajuan teknologi pencitraan otak telah memungkinkan kita memiliki pemahaman yang jauh lebih baik mengenai cara kerja pikiran. Pemahaman anda pada mekanisme kerja pikiran sangat menentukan keberhasilan anda dalam belajar. Mengapa?
Secara sederhana otak dapat diidentikan sebagai media penyimpanan dan pemrosesan informasi yang ditangkap oleh panca indra. Tentunya, jika anda dapat lebih mengoptimalkan proses penyimpanan dan pemrosesan informasi, konsekuensinya adalah anda akan mendapatkan hasil pembelajaran yang lebih baik.
Namun otak juga dapat berarti lebih dari sekadar media penyimpanan dan pemrosesan informasi. Lebih dari itu otak juga merupakan alat pengendali seluruh tubuh, termasuk di dalamnya panca indra. Otak anda menentukan ke arah mana mata anda harus melihat, telinga anda harus mendengar dan lainnya. Hal ini mengartikan bahwa otak juga menentukan informasi apa yang dapat masuk untuk kemudian di proses dan di simpan. Sehingga kemampuan untuk memfokuskan pada suatu hal sementara saat anda belajar juga tentunya akan meningkatkan prestasi anda.
Ketika saya menjelaskan mengenai teknologi pikiran, mungkin pemahaman anda adalah suatu yang sangat rumit, mungkin seperti teknologi komputer. Namun sebenarnya tidaklah demikian. Teknologi pikiran sangat beragam, dari yang paling sederhana hingga yang membutuhkan latihan khusus. Bahkan mungkin anda sendiri secara tidak sadar telah menggunakannya. Contohnya, ingatkah anda ketika anda mempelajari urutan nada-nada pada pelajaran musik, E, G, B, D, F. Mungkin untuk mengingat urutan tersebut anda membuat kalimat bantu seperti Every Good Boy Deserves Favor.
Kembali lagi penguasaan anda tentang Teknologi Pikiran turut memegang andil dalam keberhasilan proses belajar anda. Penguasaan anda akan hal itu membuat anda mengetahui banyak hal, seperti; tahukah anda bahwa pada manusia, ingatan audiotory lebih buruk dibandingkan ingatan visual atau kinestetik. Hal ini mengartikan bahwa pada saat anda membaca, melakukan sub vokalisasi (membaca dengan suara) tidak berarti tingkat pemahaman anda pada informasi tersebut lebih baik. Tahukah anda bahwa pengelihatan anda dapat melihat lebih luas dari yang anda bayangkan, sehingga saat membaca sebenarnya anda tidak perlu menggerakan kepala ataupun bola mata, ke kiri dan ke kanan. Hal itu selain membuang waktu, juga mengganggu konsentrasi anda. Tahukah anda bahwa untuk berkonsentrasi tidak dibutuhkan kerja keras, melainkan konsentrasi perlu dilakukan secara relaks. Atau tahukah anda bahwa daya ingat manusia sangat erat hubungannya dengan imajinasi, yang artinya melatih daya ingat akan melatih juga daya imajinasi.
Di Prima Study, saya dan rekan-rekan banyak melakukan pengembangan tentang teknologi belajar. Kami banyak menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga penelitian dalam dan luar negeri, untuk terus mengembangankan berbagai metode yang memudahkan individu untuk belajar. Beragam metode telah kami hasilkan, mulai dari metode untuk meningkatkan daya ingat, meningkatkan daya konsentrasi, hingga meningkatkan pemahaman saat membaca. Keseluruhannya dapat dipelajari dan dikuasai dengan sangat mudah. Namun tetap, secanggih apa pun teknologinya, tetap komitmen untuk menggunakan yang paling menentukan. Sekiranya anda membutuhkan bantuan berkenaan dengan hal ini, silakan menghubungi Prima Study.
Strategi IX — Istirahatlah Dengan Serius
Tips yang terakhir ini, mungkin terdengar sepele, sehingga banyak individu yang tidak melakukannya, karena mereka berpikir bahwa beristirahat hanya menghambur-hamburkan waktu.
Aktifitas pembelajaran merupakan aktifitas yang sangat menyita energi. Sehingga bukan tidak mungkin setelah belajar anda segera merasakan kelelahan fisik dan mental. Kondisi kelelahan tersebut merupakan suatu proses alamiah yang tidak ada satu orang pun yang dapat menghindarinya.
Sebaliknya ketika anda terus memaksakan untuk tetap belajar, walaupun tubuh atau pikiran anda telah menjerit-jerit memohon untuk berhenti, hanya akan memboroskan tenaga anda. Anda mungkin dapat terus mencoba untuk memahami informasi yang sedang anda pelajari, namun pikiran anda terus menolak informasi tersebut. Setelah berkonsentrasi sekian waktu, pikiran anda akan mengalami kelelahan. Kualitas perhatian anda dapat menurun seiring berjalannya waktu. Mungkin fisik anda tidak, namun pikiran anda pasti, karena anda telah memintanya untuk berada di pusat perhatian yang tetap selama selang waktu tertentu.
Dengan mengistirahatkan pikiran, anda dapat memulihkan kualitas perhatian anda. Mengistirahatkan pikiran dapat dilakukan dengan banyak cara. Sebenarnya mengistirahatkan pikiran adalah mengalihkan perhatiannya tidak lagi pada hal yang sama. Misalnya mengerjakan sesuatu yang lain, sesuatu yang anda senangi. Jika anda senang berolahraga anda dapat melakukan sedikit stretching, atau bermain bola. Jika anda senang bermain game, anda dapat melakukannya juga. Intinya adalah melakukan aktifitas yang berbeda dari yang telah anda lakukan sebelumnya.
Salah satu bentuk istirahat yang sangat saya rekomendasikan adalah melakukan relaksasi mental. Dengan melakukan hal ini anda mendapatkan dua keuntungan sekaligus, pikiran yang lebih fresh dan tubuh yang lebih bugar. Hal itu disebabkan karena seperti yang anda ketahui, terdapat hubungan antara pikiran dan tubuh. Pikiran mempengaruhi tubuh dan tubuh juga mempengaruhi pikiran. Hubungan dua arah ini disebut sebagai cybernetic loop. Sehingga ketika anda melakukan relaksasi mental, maka pada saat yang sama sebenarnya anda pun juga melakuan relaksasi fisik, sehingga setelahnya anda mendapatkan pikiran dan tubuh yang lebih bugar.
Last Part
Demikianlah kesuluruhan tips untuk mengoptimalkan belajar. Harap diingat bahwa masing-masing tips ini merupakan komponen vektor yang menuju pada keberhasilan proses pembelajaran. Artinya anda perlu melakukan semuanya secara bersama-sama. Dan ingat pula bahwa perubahan terjadi bukan karena melakukan satu hal besar sekali, melainkan perubahan terjadi karena melakukan hal kecil berulang kali.
Consistency really pays…
Selamat mendapatkan prestasi yang optimal.