| (Artikel ini adalah artikel kedua dari dua artikel. Pada artikel kedua, saya akan menguraikan berbagai strategi cerdas untuk memanfaatkan TV seefektif mungkin)
Terlepas dari berbagai dampak negatif yang disebabkan oleh TV, tidak dapat dipungkiri bahwa TV juga memiliki berbagai aspek positif. Contohnya seperti yang terjadi di San Fransisco, USA. Ketika satu jembatan layang yang sehari-hari memiliki laju lalu lintas cukup padat, roboh akibat gempa bumi, namun jumlah korban dapat ditekan seminim mungkin. Sebelumnya kejadian, TV telah menayangkan prakiraan akan terjadinya gempa bumi. Sehingga masyarakat setempat dapat segera mengambil berbagai langkah antisipatif sebelum gempa bumi terjadi. Kini pertanyaannya adalah begaimana caranya untuk memanfaatkan TV seefektif mungkin sehingga pikiran anda dapat mengambil manfaat optimal. Pada bagian berikut saya menguraikan beberapa strategi untuk lebih mengefektifkan manfaat TV bagi pikiran anda. Strategi Cerdas Buat perencanaan acara TV yang akan anda tonton Strategi yang saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi terkini adalah dengan memilih satu tayangan berita yang merangkum semua berita utama, dalam dan luar negeri. Tentunya kabar mengenai perceraian artis tidak masuk ke dalam kategori ini ?. Saya memilih dua tayangan berita dari dua stasiun berbeda dengan jam tayang berurutan di setiap harinya. Sehingga jika dirata-rata durasi menonton TV saya hanya 1 jam per harinya (30 menit untuk masing-masing acara berita), kecuali jika ada tayangan yang menurut saya sangat penting dan mendesak untuk disimak, namun itu pun sangat jarang terjadi. Acara berita yang saya pilih ditayangkan pada jam non-produktif, sehabis pulang bekerja. Dengan demikian saya dapat terus menjaga produktifitas saya dalam bekerja. Tahukah anda ketika tengah bekerja, kemudian anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, pun kemudian dilanjutkan kembali setelahnya, hal itu akan menyita waktu lebih lama karena pikiran anda perlu mendapatkan kembali keseluruhan nuansa dari pekerjaan yang sedang anda lakukan. Selain itu, tayangan berita di TV seringkali di ulang-ulang, baik pada stasiun yang berbeda ataupun pada jam tayang yang berbeda. Sehingga kapan pun anda menyimak tayangan berita, kemungkinan anda terlewatkan berita utama sangat minim. Manfaatkan VCD/DVD sebagai sarana hiburan alternatif Selain sebagai sarana untuk mendapatkan informasi, TV juga menawarkan hiburan bagi pemirsanya dengan menyajikan berbagai film. Namun fungsi yang satu ini sebenarnya dapat lebih diefektifkan dengan menggunakan sarana yang lain, VCD/DVD. Menonton film favorit melalui VCD/DVD tentu memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan TV. Menggunakan VCD/DVD anda dapat mengatur waktu kapan anda ingin menonton film. Tidak seperti TV yang sudah memiliki jam tayang tetap. Sehingga ketika ada film favorit anda diputar di TV, sementara anda sedang bekerja, muncul pilihan dilematis, nonton dulu atau lanjutkan bekerja. Pilihan yang sangat tidak nyaman ?. Selain itu dengan VCD/DVD anda dapat menentukan film apa yang ingin anda tonton, apakah klasik atau yang terbaru, bahkan serial TV favorit. TV tentunya tidak dapat memberikan anda kebebasan seperti ini karena film yang akan diputar telah terjadwal sebelumnya. Keunggulan lain yang terpenting, dengan VCD/DVD anda terhindar dari iklan yangterkadang menyebalkan ? sehingga anda dapat lebih menikmati film yang ditonton. Dengan semakin murahnya harga mesin pemutar VCD/DVD dan menjamurnya berbagai tempat rental, akses anda pada hiburan semakin besar. Sehingga sebenarnya secara tidak langsung, peran TV dalam memberikan sarana hiburan semakin berkurang, digantikan oleh VCD/DVD. Perbanyak sumber informasi alternatif Jika diperhatikan, saat ini sebenarnya anda memiliki lebih banyak akses pada informasi dibandingkan periode-periode sebelumnya. Selain TV, sebenarnya terdapat banyak sumber-sumber informasi alternatif yang dapat mengakomodir kebutuhan anda. Ambil contohnya seperti internet, koran, majalah, jurnal, radio dan masih banyak lagi. Ketika sedang gencar-gencarnya isu mengenai gelombang Tsunami, dengan internet saya selalu mengikuti informasi terkini melalui situs USGS. Kebutuhan informasi harian saya terakomodir oleh koran Kompas dan untuk informasi seputar perkembangan bisnis dan ekonomi saya dapatkan dari Kontan. Sementara untuk memenuhi rasa ingin tahu saya pada perkembangan mengenai penelitian dibidang neuroscience saya dapatkan dengan berlangganan majalah Scientific American Mind sekaligus berlangganan beberapa jurnal ilmiah. Memanfaatkan berbagai sumber info alternatif tersebut dapat lebih mengefektifkan waktu anda, utamanya jika anda memiliki kemampuan Total-Mind Learning sehingga tidak hanya anda dapat membaca secara lebih cepat namun juga mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Selain itu anda juga dapat mendapatkan informasi terkini, karena di internet informasi selalu disajikan secara real-time. Matikan TV ketika tidak ditonton Strategi selanjutnya yang saya rekomendasikan adalah matikan TV ketika tidak ditonton. Jika anda termasuk individu yang tidak tahan terhadap godaan TV, seolah TV memiliki tangan yang sangat kuat yang mencengkram anda sementara anda tidak memiliki daya untuk melepaskan diri, maka strategi yang satu ini tentu sangat membantu. Mungkin anda berada di situasi yang serupa dengan saya. Di ruang kerja, saya tidak memperkenankan keberadaan TV (anda dapat menggambarkan seperti Pol. PP dengan pedagang kaki lima ?). Saya meletakan TV hanya ada di ruang tunggu. Saya selalu bekerja ditemani dengan termos air berkapasitas 2 liter. Hal ini tentunya membuat saya sering ke kamar kecil yang mana harus melewati ruang tunggu. Ketika TV menyala, pun saya menghindarkan pengelihatan dari TV, tetap saya dapat mendengar suaranya. Menyadari hal ini, sekiranya tidak tamu, TV selalu dalam kondisi mati. Dengan melakukan hal serupa, anda pun juga dapat melindungi pikiran dari godaan TV. Selain itu, strategi ini juga membawa keuntungan lain. Selain anda dapat lebih menghemat listrik, usia TV anda pun dapat lebih lama. ? Akhirnya…. Semua uraian sebelumnya tidak diarahkan pada kesimpulan baik atau buruknya TV bagi anda Melainkan lebih diutamakan pada kerugian dari abuse akan TV. Ketika anda terlena oleh TV, melupakan seluruh aktifitas penting yang harus dilakukan, tentu hanya akan mendatangkan kerugian bagi anda. Pihak luar seperti orang tua, suami, istri, mungkin dapat melarang anda, namun tanpa kesadaran pribadi, anda hanya akan terus melakukannya, bahkan kalau perlu secara sembunyi-sembunyi. Sementara produser, production house, biro iklan dan pihak lain yang terkait, pasti akan selalu senang, karena memang mereka dibayar untuk itu. Dengan mengendalikan TV (dan bukan sebaliknya), anda dapat memiliki lebih banyak waktu yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai hal yang lebih berguna, seperti belajar keahlian baru, melakukan berbagai aktifitas yang anda yakini baik namun selalu tertunda dan masih banyak lagi. Sehingga akhirnya didapati pertumbuhan dan perkembangan dari hidup anda, menuju ke hidup yang lebih berkualitas. Telah tiba saatnya untuk melepaskan pikiran dari jeratan produser dan mulai mengendalikan pikiran anda sendiri. Dan saat itu adalah …SEKARAAAAAAANG…… |