Artikel berikut saya tujukan kepada anda yang berkutat dengan dunia pendidikan, formal ataupun non-formal, pengajar ataupun bukan pengajar. Umumnya klien saya yang masih menjalani pendidikan formalnya, apakah siswa atau mahasiswa, memiliki kesulitan dalam proses pembelajaran. Sebagian dari mereka bahkan ada yang sampai mengambil keputusan yang ekstrem, mengakhiri masa kuliahnya. Apakah proses belajar demikian sulitnya? Adakah hal lain yang dapat membantu untuk mengatasi masalah ini? Apa pula yang dimaksud dengan “pikiran bawah sadar” ? Dan berbagai pertanyaan lain yang berhubungan, semoga dapat anda temukan jawabnya pada artikel ini. Namun harap diingat, artikel ditujukan hanya untuk menjadi pancingan bagi anda untuk meningkatkan keingintahuan anda dan tidak untuk dijadikan acuan.
Kebayakan metode pengajaran dari sistem pendidikan formal lebih diarahkan pada pikiran sadar. Efektifitas pembelajaran lebih ditekankan pada besaran nilai yang didapat. Seringkali belajar menjadi sangat sulit, namun jika sesorang konsisten dan jika memiliki level kecerdasan yang “pas” , ia dapat mencapai keberhasilan dalam belajar. Semua proses belajar tersebut berikut proses lain sejenis terjadi di sekolah.
Manusia dibentuk dari pikiran, fisik, emosi, jiwa dan didisain untuk dapat belajar dengan mudah. Anda selalu disajikan berbagai informasi, anda dapat mencoba banyak hal, anda mendapatkan respon dari hal yang anda lakukan dan anda dapat memilih apakah akan tetap melakukan hal yang sama atau merubahnya sehingga mendapatkan respon yang berbeda. Dengan demikian sebenarnya tidak ada yang disebut sebagai “kesalahan” melainkan yang ada hanyalah umpan balik. Prinsip tersebut seharusnya menjadi salah satu prinsip penting dalam proses pembelajaran. Hal tersebut hanya terjadi ketika anda belajar secara “alami” atau dengan kata lain melibatkan seluruh pikiran, sadar dan bawah sadar.
Sebelum saya lebih lanjut mengulas mengenai pikiran bawah sadar, penting terlebih dahulu saya mengulas beberapa terminologi berkenaan dengan pikiran. Pikiran sadar (conscious) adalah pikiran normal saat anda terjaga. Anda menggunakan pikiran sadar saat anda berbicara dengan orang lain. Pra-sadar (pre-conscious) kondisi pikiran yang di gambarkan oleh Norman Dixon sesaat sebelum pikiran dan tubuh melakuan tindakan atau pemikiran secara sadar. (Sub-conscious) adalah kondisi pikiran tepat di bawah pikiran sadar. Paraconscious, nama yang diberikan oleh Georgi Lozanov (penemu metode suggetopedia) untuk menggambarkan kondisi kesadaran normal tanpa tekanan pada pikiran sehingga anda menjadi sangat reseptif terhadap berbagai stimulus dari luar, seperti saat saya membuat artikel sambil mendengarkan alunan santai Minuet dari J. S. Bach.
Karena anda hanya sadar pada hal yang anda perhatikan, mungkin anda cenderung berpikir bahwa hanya terdapat pemikiran sadar. Namun jika anda benar-benar memperhatikan semua hal yang terjadi pada diri anda, berbagai keputusan atau pilihan yang anda ambil, anda dapat segera menyadari betapa anda telah dipengaruhi oleh berbagai hal di luar kesadaran anda. Pikiran manusia dapat dianalogikan sebagai gunung es, area di bawah permukaan justru lebih luas dibandingkan yang berada di permukaan. Setiap individu mengambil informasi dari lingkungan melalui panca indranya setiap saat, namun hanya (sangat) sedikit dari informasi tersebut yang dikirimkan ke pikiran sadar (puncak dari gunung es). Sadarkah anda pada berbagai sentuhan pakaian pada kulit anda saat ini? Sebelum saya menunjukannya, mungkin anda tidak menyadarinya. Namun apakah selama anda membaca tidak terdapat sentuhan pakaian pada kulit? Guna memberikan sedikit gambaran mengenai banyaknya informasi yang ditangkap di setiap saat, berikut saya sajikan kutipan dari Human Physiology oleh Manfred Zimmermann, Springer-Verlag 1989
Mata menangkap informasi sebanyak 10 000 000 bit informasi per detik namun hanya mengirimkan ke pikiran sadar sebanyak 40
Telinga menangkap informasi sebanyak 100 000 bit informasi per detik namun hanya mengirimkan ke pikiran sadar sebanyak 30
Kulit menangkap informasi sebanyak 100 000 bit informasi per detik namun hanya mengirimkan ke pikiran sadar sebanyak 5
Hidung menangkap informasi sebanyak 100 000 bit informasi per detik namun hanya mengirimkan ke pikiran sadar sebanyak 1
Lidah menangkap informasi sebanyak 1 000 bit informasi per detik namun hanya mengirimkan ke pikiran sadar sebanyak 1
Pikiran sadar bekerja dengan cara yang berbeda dari pikiran bawah sadar. Umumnya individu menggunakan pendekatan top-down ketika menggunakan pikiran sadarnya. Sementara manusia belajar secara alami menggunakan pendekatan bottom-up – mengambil banyak informasi secara bawah sadar dan melakukan seleksi. Informasi yang memiliki kadar kepentingan di kirim ke pikiran sadar ketika dibutuhkan. Tabel berikut dapat mambantu anda memahami perbedaan antara pikiran sadar dan bawah sadar.

Salah satu cara untuk melibatkan pikiran bawah sadar secara aktif adalah dengan memberikan diri anda sebanyak mungkin akses ke berbagai aktifitas menarik dan membiarkan diri anda mempelajari apa pun yang ingin anda pelajari. Walaupun anda melakukan proses pembelajaran dengan struktur formal, tetap terbuka peluang bagi anda untuk menstimulir pikiran bawah sadar.
Pada bagian berikut, saya akan menguraikan beberapa hal yang dapat membantu mengoptimalkan proses pembelajaran, dengan menstimulir pikiran bawah sadar.
Peripheral Learning????
Di setiap saat terdapat banyak hal, lebih banyak dari yang anda sadari, terjadi di sekitar anda. Pikiran bawah sadar menangkap lebih banyak informasi dari lingkungan dibandingkan pikiran sadar. Proses pembelajaran dapat lebih efektif jika anda turut menstimulir pikiran bawah sadar anda ketika proses pembelajaran berlangsung.
Salah satu metode untuk menstimulir pikiran bawah sadar adalah dengan mendekorasi tempat kerja/belajar anda. Anda dapat meletakan berbagai hal yang menarik (secara visual). Individu dapat belajar secara optimal ketika terdapat berbagai hal yang menarik perhatian gambar, kartun, guyonan, kalimat bijak, cerita dan lainnya. Anda dapat pula memasukan berbagai contoh aplikasi dari hal yang anda pelajari dalam display yang anda letakan di ruang kerja/belajar.
Manfaat lain yang anda dapatkan dengan melakukan hal tersebut adalah anda menstimulir terciptanya asosiasi informasi antara hal yang anda lihat dengan informasi yang sedang anda pelajari. Karena ingatan bekerja secara asosiatif, hal tersebut membuat anda mampu mengingat lebih baik. Milton Erickson memiliki sekitar 4000-an barang yang terdapat di ruangan terapinya, mulai dari cinderamata hingga hiasan dinding. Menurutnya berbagai benda yang dilihat oleh kliennya dapat membantu kliennya dalam mengingat berbagai hal yang terjadi di ruangan terapi.
Lingkungan Belajar
Prinsip peripheral learning menekankan pada fakta pikiran bawah sadar turut menangkap berbagai hal yang terjadi di sekitar individu saat proses pembelajaran berlangsung. Hal itu tentunya mengindikasikan bahwa lingkungan belajar turut mempengaruhi efektifitas pembelajaran. Lingkungan belajar yang saya maksudkan di sini termasuk di dalamnya lingkungan fisik dan berbagai tindakan serta sikap dari pengajar (khusus pembelajaran classical).
Gambar Besarnya
Seperti yang telah saya uraikan pada bagian sebelumnya, pikiran bawah sadar bekerja dengan terlebih dahulu melihat gambar besarnya untuk kemudian dilanjutkan menangkap informasi yang lebih mendetil. Anda dapat mengaplikasikan prinsip ini pada proses pembelajaran yang anda lakukan. Dapatkan terlebih dahulu tujuan dari proses pembelajaran yang anda lakukan, sebelum anda melakuan proses pembelajaran tersebut. Anda pun dapat menggambarkan rangkaian perjalanan belajar anda (secara periodik, misalnya per 3 bulan), sehingga anda dapat mengukur kemajuan yang anda dapatkan. Ada baiknya juga anda mempelajari garis-garis besar pembelajaran jika terdapat pada buku panduan belajar.
Isi Sampai Penuh !!!
Pikiran bawah sadar membutuhkan banyak informasi untuk membuat pola dan menguasai keseluruhan materi. Jangan takut untuk mempelajari banyak hal. Anda perlu menekankan pada diri anda pentingnya menangkap sebanyak mungkin informasi dibandingkan menyajikannya kembali. Karena tekanan yang muncul saat anda terfokus untuk menyajikan kembali berbagai hal yang telah anda pelajari, dapat menghambat proses belajar anda.
Dapatkan Kepentingan Dalam Belajar
Pikiran bawah sadar selalu melindungi anda, membuat jantung anda berdebar lebih cepat saat merasakan ketakutan, membuat nafas lebih cepat saat anda tengah melakukan aktifitas fisik yang cukup menguras tenaga dan masih banyak lagi. Setiap hal yang berkenaan dengan keselamatan (dalam arti yang sangat luas) anda, mampu menstimulir pikiran bawah sadar.
Anda pun dapat menghubungkan proses pembelajaran yang tengah anda lakukan dengan konteks keselamatan diri anda. Gunakan imajinasi anda, jangan batasi berbagai kemungkinan dan yakinkan seolah hal itu dapat terjadi. Ketika anda membuat asosiasi tersebut, pikiran bawah sadar anda akan memprioritaskan informasi yang sedang anda pelajari.
Jika anda tidak/belum mampu membuat asosiasi tersebut, anda dapat menanyakan berbagai pertanyaan pada pengajar anda. Jangan puas dengan hanya satu jawaban, terus tanyakan hingga anda benar-benar mendapatkan apa yang anda cari. Jika pertanyaan anda tidak terjawab, anda dapat mencari solusi dari tempat lain, buku misalnya. Sehingga saat anda telah mendapatkan jawabnya, sebenarnya anda telah mempelajari lebih banyak dari yang anda sadari.
Dapatkan Kesenangan Dalam Belajar
Pikiran bawah sadar selalu mencari berbagai hal yang mendatangkan kesenangan bagi diri anda. Hal ini berarti anda dapat pula menstimulir pikiran bawah sadar anda dengan mencari tahu berbagai hal yang menyenangkan dari proses pembelajaran anda. Libatkan semua hal yang dapat mendatangkan kesenangan kepada anda saat belajar, seperti musik, gerakan tubuh dan lainnya.
Penemuan Sendiri
Pikiran individu senang mencari jawaban atas berbagai hal yang dihadapi namun setelah ia menemukannya, segera ia akan melanjutkan pada tantangan berikutnya. Pemahaman akan suatu hal tidak sama dengan mengingat hal tersebut, namun apa yang mungkin anda belum ketahui adalah ketika memahami suatu hal terlalu cepat anda mengurangi kesempatan untuk mengingatnya. Itulah sebabnya pengajar yang lebih efektif adalah mereka yang memberikan lebih banyak pertanyaan dibandingkan jawaban. Dengan memberitahu terlalu banyak informasi pada siswanya, sebenarnya si pengajar telah mengambil begitu sebanyak informasi yang dapat ia berikan.
Pengajar yang baik akan memberikan banyak pertanyaan kepada siswanya dan membiarkan siswanya untuk menemukan jawabannya sendiri. Siswa akan lebih mudah mengingat jawaban yang didaptkan sendiri dibandingkan jawaban yang disediakan oleh pengajarnya. Sekiranya siswanya kesulitan dalam menjawab, pengajar dapat mengarahkan siswanya pada jawaban yang seharusnya. Sedikit kebingungan dan frustrasi temporer akan dapat menguntungkan bagi siswa untuk jangka panjang.
Waktu
Sementara pikiran sadar memikirkan berbagai jawaban dan tindakan, pikiran bawah sadar turut bekerja dengan sangat baik pada saat yang bersamaan. Anda tentunya pernah mendapatkan jawaban dari permasalahan yang anda hadapi saat anda terbangun dari tidur atau mungkin saat anda sedang mandi. Einstein menemukan rumus E=mc2 saat sedang bercukur. Itulah sebenarnya pendekatan botttom-up . Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana untuk mengaksesnya?
Anda dapat memikirkan benar-benar masalah yang ingin anda temukan jawabnya sebelum anda tidur malam. Jika permasalahan tersebut tidak/belum terjawab sepenuhnya, biarkan. Ambil waktu untuk beristirahat. Saat anda beristirahat, pikiran bawah sadar anda terus aktif memikirkan berbagai alternatif solusi untuk masalah yang sedang anda hadapi. Sehingga pada pagi harinya saat anda terbangun, ia mungkin telah menemukan jawaban atas pertanyaan anda sebelumnya.
Metafora
Metafora dan cerita adalah dua hal yang memberikan signal halus dan mengandung pertanyaan bagi pikiran bawah sadar. Jika anda seorang pengajar, anda dapat menyampaikan pesan yang ingin anda sampaikan kepada siswa anda melalui komunikasi tidak langsung. Hal ini akan mengurangi resistensi siswa anda yang berujung pada penerimaan atas ide yang disampaikan. Sering sekali dalam sesi terapinya, Milton Erickson menggunakan metafora untuk menyampaikan suatu pesan kepada kliennya.
Kreatifitas
Pembelajaran lebih datang dari aktifitas kreatif dibandingkan latihan yang biasa-biasa saja. Puisi, tulisan kreatif, drama singkat, lagu, permainan kata-kata dan lainnya dapat meningkatkan optimaliltas proses pembelajaran.
Kerja Sama
Berbeda dengan pikiran sadar, pikiran bawah sadar lebih senang bekerja sama dan tidak bersaing. Walaupun sebenarnya kompetisi pada level tertentu dapat menyenangkan, namun sebenarnya hal tersebut hanya menyenangkan bagi pemenangnya dan kurang/tidak menyenangkan bagi yang kalah. Banyak aktifitas dan permainan yang akan lebih menyenangkan jika semua partisipan menang. Kompetisi dapat dipandang sebagai persaingan melawan diri sendiri – mengerjakan sesuatu lebih baik dari pada sebelumnya. Sanjungan akan lebih baik jika diberikan pada siswa yang menunjukan perbaikan, dibandingkan hanya pada mereka yang mengerjakan lebih baik dibandingkan yang lain.
Belajar Arti Sukses
Adalah hal yang sangat penting bagi pengajar untuk menciptakan atmosfir di mana kesalahan dianggap sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses belajar dan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, tanpa memberikan stigma sebagai seorang yang gagal. Kegagalan sebenarnya hanyalah konsep pikiran sadar yang mengarah pada kesadaran pribadi untuk menarik diri dari situasi yang beresiko.
Hal ini dapat diartikan sebagai pengurangan frekuensi pengujian (yang memberikan efek tekanan mental) atau pun kompetisi. Sebaliknya lebih memfokuskan pada pembelajaran, eksperimen atau bermain sambil belajar. Para pengajar akan lebih baik jika memfokuskan perhatian pada berbagai keberhasilan, peningkatan atau berbagai hal baik yang dilakukan individu dibandingkan mencari berbagai kesalahan.
Self-Hypnosis
Kondisi normal bagi pikiran bawah sadar untuk bekerja adalah kondisi relaks terjaga (relax alertness). Pada saat itu seorang individu berada pada kondisi bebas stres. Sehingga kembali lagi, mengurangi pengujian atupun kemungkinan gagal menjadi sangat penting, sementara menciptakan atmosfir positif di ruang kelas dengan memanfaatkan berbagai aktifitas yang menarik dan tanpa tekanan berlebih untuk menyajikan kembali berbagai hal yang telah dipelajari. Mengajarkan teknik self hypnosis dapat membantu bagi siswa untuk dapat relaks. Para siswa perlu secara fisik, mental dan emosional merasa nyaman sebelum proses pembelajaran dilakukan. Pengenalan mengenai kondisi emosi pengajar dan siswa adalah sangat penting. Demikian pula halnya dengan pemberian kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan emosinya, dalam batasan-batasan yang diberikan.
Artikel ini tidak dibuat untuk mengecilkan arti pikiran sadar dalam proses pembelajaran, sebaliknya untuk meningkatkan optimalitas proses pembelajaran, anda perlu menggunakan sumber daya yang terpendam dalam diri anda, yaitu pikiran bawah sadar. Harapan saya artikel ini dapat memacu anda untuk lebih mempelajari dan menggunakan potensi pikiran bawah sadar dalam kehidupan keseharian.